Keniscayaan Teknologi Informasi di Sekolah

Saat ini banyak hp android murah dg harga baru di kisaran 300rb, bahkan harga 2nd sekitar 200rb pun ada. Bisa dicari di tokopedia, bukalapak / toko online lain dg ongkir 26rb per kg (jkt-mpa). Bisa juga dari forum jual beli terdekat, bisa ketemuan, cek kondisi, tanpa ongkir.

Seandainya peserta didik bisa menghemat 2 rb / hari, mgkn dlm 3 bln sudah bisa punya hp tsb. jika diniatkan utk belajar maka hp tsb jgn dikasi simcard / tdk perlu kuota data. nanti sekali tempo bisa connect wifi intranet yg khusus disediakan utk konten edukasi secara gratis.

Pengembangan jaringan bisa dengan biaya minimal, cukup membeli modem router seharga sekitar 150rb dan kabel data klo dibutuhkan utk perpanjangan sekitar 2 rb / meter. Nantinya jaringan khusus itu bisa disetting utk tidak bisa connect facebook, instagram, youtube, dsb. Agar peserta didik fokus pada pembelajaran. Mereka akan connect ke server lokal hanya khusus konten edukasi yg sudah berisi ribuan bank soal, ratusan e-modul yg sudah dilengkapi dg video edukasi, termasuk video guru yg menyampaikan point-point materi di kelas. Juga bisa utk ulangan harian online, simulasi persiapan UNBK, dsb. Semua itu bisa dilakukan melalui jalur intranet (tanpa internet).

Klopun perlu akses internet utk membuka yg lain, maka harus login mikrotik dg username dan password masing-masing peserta didik, shg bisa dipantau dan dikontrol konten yg dibuka serta speed yg digunakan. Setiap peserta didik bertanggung jawab thdp akun internet-nya masing-masing. Utk tahap awal mgkn perlu dibatasi, boleh bawa HP asal harga di bawah 500rb dan tanpa simcard. Bahkan di setiap kelas / lorong bisa dipasang cctv online utk memantau peserta didik. Bahkan saat ini sudah ada absen online otomatis dg pengenalan wajah (face recognition) melalui cctv yg terpasang di plafon ruangan.

Seiring perkembangan zaman, semoga nantinya di sekolah-sekolah, khususnya di smabintang, bisa memanfaatkan teknologi informasi lebih baik, karena di zaman “now” ini perkembangan teknologi adalah sebuah keniscayaan. Ibarat pisau bermata dua, apakah akan dimanfaatkan utk hal positif (belajar yg benar) atau sekedar utk fun dan menghabiskan waktu sia-sia.

Biaya jaringan internet pun semakin lama semakin murah, contohnya di SMA Bintang, dg akses internet fiber optik 50 MBPS dan kuota wajar 1200 GigaByte, meskipun banyak yg pakai tapi pemakaian rata-rata hanya 500 GB, masih sisa lebih dari setengahnya, sementara pake-nggak pake bayarnya sama.

Tulisan ini merupakan pemikiran saya pribadi, tidak mewakili sekolah atau institusi manapun. Siapatau pemikiran saya ini bisa menjadi sumbangsih saran dan suatu saat dapat diwujudkan dimanapun jika ada kemauan, asalkan tidak selalu berorientasi pada “UUD” (ujung-ujungnya-duit).. peace!

Terima kasih, dan mohon maaf jika ada yg tidak sependapat.

Anang Purnomo Kurniawan.
Guru TIK.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s